Cerita Legendaris Nusantara (2) – Sang Penjaga Kata Tanah Jawa

Cerita Legendaris Nusantara (2) – Sang Penjaga Kata Tanah Jawa

 

Sebelum membaca kisahnya, mohon juga luangkan sedikit waktu untuk menandatangani sebuah petisi untuk menolak kejahatan yang sedang terjadi di Tiongkok.

 

Kita percaya, sebuah kebaikan kecil sangat berharga dan tidak akan luput dari catatan Yang Maha Kuasa 🙏

 

Pada zaman dahulu kala, di ujung masa keemasan Majapahit yang berkilau seperti permata, hiduplah seorang lelaki dengan nama yang sangat istimewa: Sabda Palon. Namanya bukan sembarang nama!

 

 

“Sabdo artinya kata-kata, Palon artinya kayu pengancing kandang,” begitu ia pernah berkata dengan mata yang berbinar-binar seperti bintang. Dan ada pula sahabatnya yang tak kalah menakjubkan, Naya Genggong – “Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah.”

 

Bayangkan saja! Dua orang dengan nama yang bermakna “Kata-kata yang Mengunci Kandang” dan “Pandangan yang Langgeng.” Seperti dua sosok misterius dari masa lampau!?!

 

Suatu hari yang gelap gulita – bukan gelap karena awan mendung, tapi gelap karena kesedihan – Sabda Palon berdiri di hadapan Raja Brawijaya V. Istana yang megah itu kini terasa dingin seperti gua es. Sang raja, dengan hati yang berat seperti batu gunung, telah memutuskan untuk mengambil sebuah keputusan yang sulit.

 

“Paduka,” kata Sabda Palon dengan suara yang bergetar seperti daun di angin kencang, “jika Paduka benar-benar memilih jalan ini, hamba akan pergi. Tapi ingatlah, hamba akan kembali.”

 

Dan inilah bagian yang paling menakjubkan sekaligus menarik dari kisah ini, layaknya hidup yang kadang terasa manis dan getir. Sabda Palon mengucapkan pesan terakhirnya yang akan bergema selama berabad-abad:

 

“Jadi bicara hamba itu bisa untuk pedoman orang tanah Jawa, langgeng selamanya.”

 

Lima ratus tahun! Bayangkan lima ratus tahun – itu waktu yang sangat lama! Sabda Palon memberi isyarat tentang kondisi masyarakat di masa mendatang.

 

Dan tanda-tandanya? Oh, betapa mengerikannya! Bagaikan dunia yang terbalik.

 

• Manusia menggunakan kekuasaan untuk tujuan pribadi – seperti lupa akan tugas mulia yang mereka emban
• Hal-hal amoral merajalela – kebaikan menjadi langka seperti sebuah berlian biru
• Merapi akan bergelegar – gunung api raksasa itu akan marah seperti naga yang terbangun dari tidurnya
• Gempa bumi silih berganti – bumi akan bergoyang seperti pohon diterpa badai
• Masyarakat kehilangan nilai-nilai luhur Jawa – seperti manusia yang lupa akan jati dirinya

 

Tapi tunggu dulu! Jangan terlalu takut, karena setiap legenda selalu memiliki hikmah tersembunyi dibaliknya.

 

Ramalan Sabda Palon bukanlah kutukan, melainkan peringatan penuh kasih sayang – seperti ibu yang ingin mengingatkan anak-anaknya. Ia ingin mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga moralitas di tengah dunia yang kacau.

 

Sekarang, setelah 500 tahun berlalu, ketika dunia berputar dengan cepat, kita bisa melihat bagaimana kata-kata itu seperti cermin dari kenyataan. Tapi ingatlah, kita semua memiliki kekuatan untuk mengubah cerita ini!

 

Pesan Kebaikan dari Sang Penjaga Kata

 

Seperti semua legenda, kisah Sabda Palon mengajarkan kita hal-hal yang sangat berharga:

 

Pertama, kata-kata memiliki kekuatan luar biasa. Seperti sebuah mantra, kata-kata bisa membangun atau menghancurkan. Gunakanlah kata-kata untuk menyebar kebaikan, dan menolak kejahatan.

 

Kedua, pandangan yang langgeng dan tidak berubah adalah pandangan tentang kebaikan. Meskipun dunia berubah secepat kilat, nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, dan keadilan harus tetap seperti bintang kutub – tidak pernah bergeser.

 

Ketiga, kekuasaan adalah amanah, bukan mainan. Seperti pisau dapur – bisa digunakan untuk memasak makanan lezat atau melukai orang. Pilihlah untuk menggunakan kekuasaan, sekecil apapun itu, untuk kebaikan.

 

Keempat, ketika bencana dan kesulitan datang, jadikanlah itu sebagai pengingat untuk kembali ke jalan yang benar – bukan untuk putus asa seperti es yang mencair di tengah terik matahari.

 

Dan yang terakhir, yang paling penting dari semuanya: setiap hari kita diberi kesempatan untuk menjadi Sabda Palon dalam versi kita sendiri – menjadi penjaga kata-kata yang baik, penyebar pandangan yang penuh kasih, dan pembawa perubahan positif di dunia ini.

 

Karena pada akhirnya, kebaikan yang sejati adalah seperti lilin kecil di tengah kegelapan – mungkin kecil, tapi cukup terang untuk menunjukkan jalan pulang.

Admin

Previous Post

Comments

Siti Nur Qomariyah

Sabdo Palon artinya : kata-kata kayu pengancing kandang. Naya Genggong artinya : pandangan langgeng tidak berubah. Bisa diartikan : Bicara hamba itu bisa untuk BB pedoman orang tanah Jawa langgeng selamanya. Terjadi saat Raja Brawijaya V . istana megah terasa dingin sang raja sedang dalam ktoutusan yang sulit. Tampilah Sabdo Palon.. Jika paduka memilih jalan ini hamba akan pergi, tapi ingat hamba akan kembali. 500th berikutnya tanda tanda saat ini telah datang dan terbukti. Ramalan Sabdo Palon bukan kutukan melainkan peringatan penuhbkasih sayang. Setelah 500th berlalu dunia berputar kita bisa melihat bagaimana kata kata itu seperti cermin dari kenyataan.
*Kata kata memiliki kekuatan luar biasa seperti mantra, Kata kata bisa membangun atau menghancurkan.. gunakan Kata kata untuk menyebar kebaikan dan menolak kejahatan. terimakasih 🥰🌺🤲🙏🩶🩷🤍🕊️☁️🌪️🌊🫟🫧🫧🫧👌

Widodo G

Sabdopalon itu nama aslinya “Santhi Badra” ia penasihat spiritual raja Brawijaya V (buku: ‘Perjalanan Orang Jawa’ karya: Benedictus Sigit, Univ. Kleiden-Belanda) ia juga adalah ayah dari Sunan Kalijaga. Jabatan Santhi Badra setingkat menteri namun dalam ceritera film disebut sebagai bupati.
Sabdopalon pejabat kerajaan yang merakyat, ia lebih sering masuk-masuk kampung untuk bertemu Kepala desa (kades), kepala dusun (erte), bahkan petugas desa dan lainnya untuk sekadar ‘ngobrol’ dan bergurau.
Ada satu kepala desa yang kurus tinggi berhidung mancung (Petruk), ada kepalacdusun yang gemuk pendek (Bagong), serta ada petugas desa yang suka bergurau (Gareng). Karena Sabdopalon saat kumpul sering memberi nasihat maka ia disebut sebagai Semar. Untuk mengabadikan kegiatan ini maka para ‘kusyana’ (seniman dan pujangga) di masa Majapahit memasukan tokoh ‘punakawan’ ini ke dalam kisah pewayangan Mahabharata sebagai selingan.
Patung Sabdopalon (semar) ada di Lasem dan patung itu berasal dari masa Majapahit, ada dua batu besar (prasasti) beraksara Tionghoa (Han) yang ditemukan di perbukitan Desa Warugunung, Kecamatan Pancur (area Pegunungan Lasem) yg menjelaskan masa kebesaran Majapahit. Sementara itu patung kayu unik Sabdopalon ada di museum Kunsler di Berlin.

Siti Nur Qomariyah

Sabdo Palon artinya : kata-kata kayu pengancing kandang. Naya Genggong artinya : pandangan langgeng tidak berubah. Bisa diartikan : Bicara hamba itu bisa untuk pedoman orang tanah Jawa langgeng selamanya. Terjadi saat Raja Brawijaya V . istana megah terasa dingin sang raja sedang dalam keputusan yang sulit. Tampilah Sabdo Palon.. Jika paduka memilih jalan ini hamba akan pergi, tapi ingat hamba akan kembali.
* Manusia menggunakan kekuasaan untuk tujuan pribadi seperti lupa akan tugas yang diembannya.
* Hal hal amoral merajalela, kebaikan menjadi langka.
* Merapi meletus menggelegar.
* Gempa bumi bencana silih berganti.
* Masyarakat kehilangan nilai nilai luhur Jawanya seperti manusia lupa jati dirinya.
500th berikutnya tanda tanda itu saat ini telah datang dan terbukti. Ramalan Sabdo Palon bukan kutukan melainkan peringatan penuh kasih sayang. Setelah 500th berlalu dunia berputar kita bisa melihat bagaimana kata kata itu seperti cermin dari kenyataan.
Kata kata memiliki kekuatan luar biasa seperti mantra, Kata kata bisa membangun atau menghancurkan.. gunakan Kata kata untuk menyebar kebaikan dan menolak kejahatan. terimakasih 🥰🌺🤲🙏🩶🩷🤍🕊️☁️🌪️🌊🫟🫧🫧🫧👌

yogo

semoga semua manusia bahagia…

Eko priyanto

Jawa Nusantara

Hemas Udy

saLam satuMerta ‘terPUJIlah kItA seMua🙏

M.Fathur Rahmansyah

merdeka

suroso [V]

sejarah nusantara hrs di lestarikan dn di budaya kn kembali supaya anak cucu kita mengenal para leluhur

NURBUDIANTO

penyakit covid 19 itu konspirasi dr orang2 yg gila kekuasaan dan materi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *