Pengantin di Dunia Paralel
Sebelum membaca kisah yang sulit dinalar ini, mohon luangkan sedikit waktu untuk berbuat kebaikan dengan menandatangani sebuah petisi untuk menolak kejahatan yang sedang terjadi di Tiongkok.
Kebaikan Anda sangat berharga. Sang Pencipta mencatat setiap kebaikan manusia.
Kira-kira sekitar tahun 1949, pada suatu hari, sesuatu yang aneh telah terjadi di sebuah dusun di wilayah timur laut Tiongkok. Seorang wanita yang baru menikah

sering kali tiba-tiba tertidur tak sadarkan diri selama tiga hari. Ketika dia terbangun, mengatakan bahwa dia telah pergi ke rumah suami satunya selama tiga hari terakhir, di sana dia memiliki seorang suami. Lalu apa yang terjadi?
Pengantin perempuan baru ini ternyata termasuk salah seorang dari sedikit orang yang bisa melihat dimensi lain. Pada hari pernikahannya, ketika dia dalam perjalanan datang dalam tandu pengantin, samar-samar dia melihat ada tandu pengantin juga di dimensi lain, yang bahkan lebih indah, maka dia berpikir: “Alangkah baiknya jika saya bisa duduk dalam tandu pengantin tersebut.” Siapa tahu, hanya dengan berpikir demikian, dia benar-benar telah duduk di dalam kursi tandu pengantin yang indah itu. Kemudian dia dibawa ke sebuah rumah dalam keadaan linglung dan dinikahkan dengan seorang pria tampan.
Namun sesaat setelah upacara, tandu pengantin yang di sini telah diusung sampai di rumah tujuan. Menantu perempuan baru ini segera terbangun dan memberi tahu suaminya bahwa dia sudah waktunya untuk pulang. Suami di dimensi lain itu toh tidak menghalanginya, dan ia hanya berkata: “Kamu harus menepati janjimu, kita sudah pernah menjalani upacara pernikahan, dan kita ditakdirkan untuk menikah sejak di kehidupan lampau.”
Setelah mengatakan itu, ia membubuhkan tanda titik merah di dahinya dan berkata sambil tersenyum, aku akan dapat menemukanmu ke mana pun engkau pergi.
Pengantin perempuan baru ini dalam keadaan linglung melakukan upacara pernikahan lagi di sini. Hanya saja dia baru menemukan ada titik merah di dahinya yang tidak bisa dihapus. Pengantin pria juga dengan cepat menemukan titik merah tersebut dan bertanya apa yang terjadi. Dia tidak menyembunyikan apa pun, dan menceritakan apa adanya. Namun pengantin pria tidak percaya sama sekali, dan dia pun tidak menjelaskan lebih lanjut.
Sebulan kemudian, wanita itu tiba-tiba berbisik kepada suaminya bahwa sudah waktunya dia menepati janji dan pergi ke rumah suaminya yang di sana. Sang suami teringat perkataan istrinya di hari pernikahan dan kaget, apakah hal tersebut memang benar terjadi?
“Lalu bagaimana kamu akan pergi?” tanya sang suami. Istrinya berkata, pihak sana akan menjemputnya. Sang suami bertanya lagi, “Di mana tandu yang menjemputmu? Mengapa aku tidak melihat apa pun?”
Perempuan itu berkata bahwa hanya dialah yang dapat melihatnya. Semakin sang suami memikirkan hal ini, ia menjadi semakin terkejut, maka ia bertanya, “Berapa lama kamu akan pergi?” Istrinya berkata: “Tiga hari, akan kembali dalam tiga hari.”
Setelah mengatakan itu, dia naik ke tempat tidur dan berbaring. Sang suami sangat tidak mengerti: Aku sudah melepasmu, tapi kamu malah tidur di balik selimut. Perempuan itu berkata: Aku tidak tidur. Kamu tidak tahu. Tubuhku di sini terbaring di tempat tidur, dan tubuh di sana yang pergi ke sana. Biarkan aku tidur, jangan ganggu aku, aku akan bangun sendiri dalam tiga hari, jangan khawatir.
Setelah mengatakan ini, sang istri tertidur. Bagaimanapun keras usaha untuk membangunkannya, dia tetap tidur pulas. Sang suami melewati waktu tiga hari seperti bertahun-tahun lamanya. Tiga hari kemudian, wanita itu benar-benar terbangun. Sang suami memohon, “Jangan pergi ke sana lagi. Selama tiga hari ini benar-benar membuatku khawatir setengah mati.”
Perempuan itu berkata, “Bagaimana bisa? Mereka juga membawa saya pulang dengan tandu pengantin.” Omong punya omong, dia malah menikah dengan suami yang di sana terlebih dahulu.
Dia menjelaskan, hal tersebut dikarenakan sang waktu di kedua dimensi berbeda. Waktu di sana lebih cepat daripada di sini. Maka ketika dia naik tandu pengantin yang ada di sana dan segera sampai di rumah suaminya yang di sana. Setelah menjalani upacara di sana, tandu yang ada di sini baru dibawa masuk.
Lebih lanjut dia menjelaskan, meskipun ada dua tubuh, namun jiwanya hanya ada satu. Ketika jiwa menguasai tubuh di sana, tubuh di sini akan kehilangan kesadaran, maka dia berbaring dan tidur. Itulah sebabnya bagaimanapun kerasnya berusaha membangunkannya, tidak akan berhasil.
Dengan penjelasan secara perlahan- ahan, lambat laun sang suami semakin memahaminya. Meskipun hatinya tidak senang, ia tidak punya pilihan selain menerima kenyataan. Konon tidak ada tembok kedap suara di dunia, maka kabar pengantin wanita yang menikahi suami di alam Yang (alam nyata) dan alam Yin (alam lain) telah tersebar. Belakangan, pengantin wanita itu mendapat julukan Hermafrodit (manusia Yin-Yang).
Terkadang saat mengobrol dengan orang lain, manusia Yin-Yang ini bercerita tentang anak-anak yang dilahirkannya di dimensi lain. Orang-orang yang mendengarkan tertawa terbahak-bahak dan mengatakan bahwa Anda hanya pergi ke sana selama tiga hari, dan untuk melahirkan anak Anda harus hamil selama sepuluh bulan. Bagaimana Anda bisa melahirkan anak dalam tiga hari? Dia berkata: Di sini tiga hari, tetapi di sana sudah banyak hari. Semua orang menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak percaya.
Dia juga mengatakan bahwa kondisi kehidupan di sana lebih baik daripada di sini, dan mereka menggunakan mangkuk emas untuk makan. Pernah satu kali, dia mengatakan pada suaminya yang di sana bahwa dia ingin membawa pulang beberapa mangkuk emas agar keluarganya yang di sini dapat memperoleh sedikit manfaat dan semua orang di desa akan memercayainya.
Namun suaminya yang di sana berkata, bukannya saya tidak mau memberikannya kepadamu, kamu tidak akan mampu membawanya ke sana. Perempuan Yin-Yang itu tidak memercayainya, ketika dia pulang, diam-diam membawa beberapa mangkuk emas dalam ribaannya. Tanpa diduga, ketika terbangun, dia menemukan tonjolan besar di mana pun dia menempatkan mangkuk emas, sungguh terasa tidak nyaman.
Dia tidak punya pilihan selain segera kembali ke sana untuk mengembalikan benda tersebut. Hal ini membuatnya benar-benar percaya bahwa betapapun bagusnya barang di sana, tidak dapat dibawa ke sini dan hanya dapat dinikmati di sana. Maka sejak saat itu dia tidak lagi melakukan hal seperti itu lagi.
Ketika dia mengatakan ini, seseorang di sampingnya bercanda mengatakan, agar tinggal di sana lebih lama untuk menikmati lebih banyak berkah. Dia mengatakan tidak boleh, jika tinggal di sana terlalu lama, lebih dari tiga hari, tubuh yang di sini akan terluka karena tidak cukup makan dan kekurangan nutrisi. Ada juga yang berkata: Kalau toh di sana lebih baik, ya jangan kembali, tinggal di sana saja. Dia mengatakan tidak boleh, tubuh yang di sini adalah tubuh utama. Jika tidak kembali, tubuh di sini akan mati. Jika mati, seluruh pengaturan akan lenyap, dan berkah di sana juga tidak akan dapat dinikmati lagi.
Semakin didengarkan, mereka semakin penasaran. Siapakah sebenarnya yang mengatur perempuan Yin dan Yang yang memiliki dua mertua ini? Apa tujuan dari pengaturan tersebut? Maka sang menantu perempuan itu tidak lagi bisa menjawabnya.
Tanpa terasa, belasan tahun telah berlalu, dan Revolusi Kebudayaan pun tiba. Ketika Pengawal/Garda Merah (Garda Merah adalah unit paramiliter yang dibentuk oleh Mao Zedong sebagai alat revolusi, yang dikenal sebagai Revolusi Kebudayaan dalam kurun 1966 sampai dengan 1976, dengan tujuan untuk menjatuhkan lawan-lawannya. Pengawal Merah ini mayoritas beranggotakan mahasiswa yang menyatakan dukungan pada revolusi dan ajaran Mao, red.) mengetahui hal ini, mereka datang mencarinya dan menyuruhnya berhenti berpura-pura, jika tidak sewaktu- waktu akan diseret keluar dan diarak ke jalanan. Perempuan Yin-Yang itu menjadi sangat ketakutan ketika mendengar ancaman ini dan tidak pernah berani ke sana lagi. Tetapi di sana dia juga punya rumah tangga yang lengkap. Setelah beberapa waktu, suaminya dari dimensi lain datang mencarinya, mendesak dan memaksanya untuk kembali.
Meskipun sang wanita Yin-Yang tersebut merasa tidak tega, dia tidak punya pilihan selain menggertakkan gigi memutus perjodohannya yang di sana. Dia mengatakan pada suaminya yang di sini dengan berat hati, agar memukul dan mengusirnya pergi. Suaminya berkata, saya tidak bisa melihatnya, bagaimana saya bisa memukulnya?
Pengantin perempuan itu berkata, tongkat di sini juga berwujud di sana. Anda tidak dapat melihatnya tidak masalah, asal saya menunjuk ke mana Anda harus memukul sudah cukup. Sang suami setengah ragu-ragu, tetapi melakukan sesuai pengarahan. Setelah dipukuli beberapa kali, suami di sana benar-benar menjadi putus asa dan tidak pernah datang lagi. Perempuan Yin-Yang tersebut sejak itu telah memutuskan hubungan dengan yang di sana.
Cerita sampai di sini, ada orang mungkin bertanya, apakah cerita Anda benar atau tidak? Apa hanya suatu dongeng yang dibuat-buat? Sang empunya cerita mengatakan bahwa hal itu benar dan terjadi di desa bibi sulungnya. Meskipun kami menyebut wanita tersebut dengan pengantin perempuan Yin- Yang, dimensi yang dia kunjungi sebenarnya bukanlah dunia akhirat. Anda boleh juga mengatakan sebagai dunia paralel, Anda boleh juga mengatakan sebagai dimensi lain, tetapi orang-orang di sana memang benar- benar eksis. (fuy/pur)
Very good story and inspiring
I have a husband in every dreams and he come in dreams for several years. Is he from the other side of this dimension?
Interesting story
Thank you for your comment.
Ok
pengantin perempuan yin-yang seperti cerita khayalan bagi orang orang yang berpikir pragmatis dan realistis. namun ini nyata dimana perempuan yin-yang seakan hidup dalam dunia dimensi yang dia kunjungi namun bukan dunia akherat.. mungkin di sebut dunia paralel dimana satu jiwa untuk dua dunia. lalu siapa yang mengatur ? dalam Islam semua terjadi atas izinNya dan tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Ada dunia ghaib yang hidup bersama kita ..setan, jin, iblis dan malaikat dll. Dengan kasus perempuan yin-yang ini kemungkinan dia bisa memasuki dunia ghaib tersebut, sebab saya juga punya teman dia sering merasa dipeluk dan di ciumi oleh sesuatu yang tidak kasat mata, setelah ada kyai merukyah bilang dia dicintai jin. waallohu alam bissowab 🥰🌺🤲
Menarik sekali komentarnya. Saya ada beberapa cerita juga yang kejadiannya di Jawa. Di berbagai daerah, sepertinya dunia seperti ini dikenal dengan nama-nama yang berbeda. Terima kasih informasinya.
Mertua om saya mengalami hal yg serupa sekitar tahun 1940. Ia dinyatakan hilang selama 1 tahun. Ternyata selama 1 tahun waktu manusia, dia belajar obat2an dan berkeluarga dengan bbrp anak. Kembalinya ke dunia nyata terjadi waktu akan panen padi. Saat akan memotong padi dgn ani2 dengan menyebut bismillah, tiba2 dia kembali ke hutan tempatnya menghilang. Kata orang di sana, dia masuk ke alam orang bunian