Penemuan Hobbit di Flores Indonesia
Kisah “The Lord of the Rings” membuka imajinasi masyarakat akan adanya manusia “hobbit” yang berukuran lebih kecil.
Siapa sangka bukti penting “hobbit” ditemukan di Indonesia!
Sebelum membaca kisah hobbit ini, mohon juga luangkan sedikit waktu untuk menandatangani sebuah petisi untuk menolak kejahatan yang
sedang terjadi di Tiongkok.
Kita percaya bahwa meski itu sebuah kebaikan kecil, ia tidak akan luput dari catatan Yang Maha Kuasa. Bantuan kecil Anda akan sangat
berharga.
Dua puluh tahun lalu di sebuah pulau di Indonesia, para ilmuwan menemukan fosil spesies manusia purba yang tingginya hanya sekitar 1,07 meter, sehingga mereka dijuluki “hobbit”.
Sekarang sebuah studi baru menunjukkan, nenek moyang hobbit bahkan sedikit lebih pendek, seperti dikutip oleh Associated Press.
“Kami tidak menyangka akan menemukan individu yang lebih kecil di situs yang sangat tua [ini],” kata penulis studi Yousuke Kaifu dari Universitas Tokyo dalam sebuah email.
Fosil hobbit yang pertama ditemukan—yang dinamai oleh para penemunya berdasarkan karakter dalam “The Lord of the Rings”—berasal dari antara 60.000 dan 100.000 tahun yang lalu.
Fosil-fosil yang baru ditemukan ini digali di sebuah situs bernama Mata Menge di Pulau Flores, sekitar 72 km dari gua tempat sisa-sisa hobbit pertama ditemukan.
Pada 2016, para peneliti menduga kerabat sebelumnya
bisa jadi lebih pendek daripada hobbit setelah mempelajari tulang rahang dan
gigi yang dikumpulkan dari situs baru tersebut.
Analisis lebih lanjut terhadap fragmen tulang lengan dan gigi yang sangat kecil
menunjukkan bahwa nenek moyang tersebut lebih pendek 6 sentimeter dan hidup
700.000 tahun yang lalu.
“Mereka secara meyakinkan menunjukkan bahwa mereka
adalah individu yang sangat kecil,” kata Dean Falk, seorang antropolog evolusi
di Florida State University yang tidak terlibat dalam penelitian
tersebut.
Temuan tersebut dipublikasikan pada Selasa (8 Agustus 2024) di jurnal Nature Communications.
Hobbit diperkirakan termasuk spesies manusia purba terakhir yang punah.
(associatedpress/osc/wd)
Apakah ada yang pernah dengar kisah hobbit serupa?
Silakan beri komentar di bawah ya.
Saya pernah mendengar cerita dari tetua di kampung kami SIULAK MUKAI KAB.KERINCI JAMBI yaitu daerah kaki Gunung Tujuh Kayu Ado. Ceritanya dulu Orang laki bila setelah musim siang padi kebiasaan pria yaitu pergi ke hutan menjerat kijang atau rusa dengan bermalam di hutan selama kurang lebih 2 minggu. Setiap sore bila masak nasi,priok sedang menggelegak panas orang panda(pendek) sering datang mintak nasi yang sedang menggelegak kalau tidak dikasih mereka akan ambil sendiri dalam periuk panas.Danmenurut cerita orang tua_tua dulu kalau dilarang atau kita marah mereka bisa ngamuk dengan melempar batu sebesar kaleng bahkan ada yang bisa ngangkat sebesar karung gini.Ini bukan dongeng ini sering dialami oleh orang tukang jerat kijang dan rusa bila bermalam di kaki gunung tujuh
Terima kasih ceritanya Bang. Saya percaya ini bukan dongeng. Saya pernah dengar cerita serupa tentang orang kerdil dari teman baik saya di hutan Kalimantan.